Senin, 23 Juni 2014

Kebahagiaan



Ketika seseorang memutuskan untuk pergi bukan karena dia tidak suka melainkan menurut dia mungkin dengan kepergiannya akan membuat orang lain menjadi lebih bahagia. Definisi bahagia itu bukan seberapa banyak kita memiliki tapi seberapa banyak kita mensyukuri.

Kebahagian tidak selalu terjadi ketika kita mendapatkan seseuatu yang kita senangi, tapi bisa saja terjadi ketika kita merelakan untuk melepaskan seseuatu karena kita tau itu yang terbaik.

Kebahagian yang mutlak adalah ketika kita melihat apa yang kita cintai bisa tersenyum lepas, tertawa dan bercanda bebas, tidak ada tekanan, tidak ada penderitaan.

Kebahagiaan saya ada pada senyum kamu, kegembiraan saya ada pada hati kamu jadi ketika dua hal itu rusak maka rusaklah kebahagian saya. 

Hana Larasati.

Saatnya Melepaskan Dia

Pepatah menyatakan..
Cinta yg agung adalah ketika kita menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya, ketika dia tidak mempedulikan kita dan kita masih menunggunya dengan setia, ketika dia mencintai orang lain dan kita masih bisa tersenyum sembari berkata “aku turut bahagia untukmu”…
Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang,
bukan karena rasa cinta itu hilang..
tetapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila kita : "Melepaskannya."

Ketika Kami Cemburu.



Dalam beberapa hadist disebutkan cemburu adalah sebagian dari iman. Tapi cemburu yang berlebihan akan mengiring diri kita sendiri ke dalam jurang kehancuran. Perasaan cemburu memang tidak bisa disalahkan. 
Cemburu adalah naluri untuk mempertahankan apa yang disayang.

Tapi alangkah baiknya jika cemburu dalam takaran yang pas. Supaya tidak melenceng dari apa yang diharuskan. Laki-laki pun punya kebebasan untuk bergaul, mendambah relasi, refresing, dan sebagainya. 
 Berikanlah waktu untuk mereka melebarkan sayapnya. Jangan mengekang, laki-laki memiliki jiwa yang bebas. Biarkan mereka tumbuh, biarkan mereka berkembang. Berikanlah kepercayaan yang utuh untuk mereka.

Dan untuk para laki-laki bila kalian tidak ingin kami cemburui, tumbuhkanlah rasa percaya dalam diri kami untuk kalian. Sempatkanlah waktu untuk kami walau hanya sepersekian detik. Pangilah kami dengan pangilan yang kami sukai. Dengan begitu tumbuhlah rasa percaya dalam diri kami untuk kalian.

Hana Larasati.

Maaf..



Ya Allah Ya Rabbi.. jika penyakit ini adalah hukuman dari Mu untukku,  aku ikhlas Ya Rabb. Jika dengan melupakan aku bisa menyembuhkan luka batinya, aku rela Ya Rabb. Jika dengan kepergian ku bisa menghilagkan ketakutannya, aku bersedia Ya Rabb.

Ya Allah Ya Rabbi.. hapuskanlah dukanya. Jika dengan kepergian ku bisa mengembalikan rasa suka citanya, aku bersedia Ya Rabb. Kebahagiannya adalah kebahagian ku. Dukanya adalah duka ku. Lelahnya adalah lelahku. Aku gak pernah mau liat dia terluka. Aku gak pernah niat menyakiti hatinya.

Ya Allah Ya Rabbi.. Maafkan aku atas kebodohanku. Ampuni aku atas kehilafanku. Ampuni aku karena secara tidak sengaja telah mendzolimi hamba sebaik dia.

Ya Allah Ya Rabbi.. Yang Maha pembolak balikan hati. Aku mohon dengan sangat, balikanlah hatinya seperti dulu. Hilangkan lah segala rasa takut dalam batinya.

Ya Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, kabulkan lah doa ku. Aamiin.

Hana Larasati.

Sabtu, 21 Juni 2014

Saat Kesetian di Hianati



Bagi sebagian orang perselingkuhan adalah hal yang tidak bisa dimaafkan. Ketika kesetiaan dihianati, apa mungkin hati bisa mencintai kembali? Saat hati sudah melapangkan untuk memaafkan, apa itu cukup untuk menghapus luka penghianatan?  

Ya Rabb, apa aku ini bodoh. Terus bertahan walau pun tau dia sudah memiliki wanita idaman lain. Terus membukakan pintu maaf walau pun berkali-kali disakiti.

Ya Rabb, apa rasanya harus sesakit ini? Sebegitu kah sayangnya Engkau kepadaku, dengan meberi ujian yang tidak putus-putus demi membuatku kuat.  Kekuatan wanita memang terletak pada hatinya, ketika hati itu runtuh maka runtuhlah kekuatannya.

Sampai kapan Ya Rabb hati ini kuat menahan semua rasa sakit. Sampai kapan hati ini memberikan toleransi maaf. Apa semua ini akan ada ujungnya?

Hana Larasati.

Pesan Untuk Kalian


Ketika hati seorang laki-laki berpaling penyebabnya bukan karena dia bosan, melainkan karena dia tidak mensyukuri nikmat yang sudah diberikan kepadanya. Sehingga dia mencari yang lebih, lebih, dan lebih. 

Saya tidak menyalahkan hal ini sebab manusia memiliki naluri yang tidak pernah puas. Untuk beberapa hal ini bagus, tapi untuk sebagian hal yang lain ini kurang bagus. Karena dengan sifat ini kita menjadi hamba yang kurang bersyukur atas nikmat Allah.  

Bukan kah setiap makhluk diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Dengan tujuan untuk saling melengkapi. Menutupi yang rapuh, dan memperkokoh yang sudah kuat. Sehingga terciptalah keselarasan. 

Wanita itu ibarat tulang rusuk yang bengkok. Nah tugas laki-laki lah untuk meluruskannya. Jika dia meluruskan secara kasar maka tulang itu akan patah, tapi kalau di diamkan saja tulang itu akan selamanya bengkok. Sebagai laki-laki tentunya harus sabar dalam mendidik perempuan, seperti kata bapak proklamasi kita Moh.Hatta :

"Jika kamu mendidik satu laki-laki maka kamu mendidik satu orang. Namun jika kamu mendidik satu perempuan maka kamu mendidik satu generasi." (Moh. Hatta)

Maka dari itu sebagai laki-laki harus mempunyai sifat sabar, lembut, dan juga tegas. Karena peran perempuan sangat berpengaruh. Bahkan Pak Habibie pun berkata :

"Dibalik sukses seorang tokoh, tersembunyi peran-peran perempuan yang amat menentukkan, yaitu ibu dan istri." (Habibie & Ainun)

Hana Larasati.

Apakah Dia Wanita Pilihan?



Ketika hatinya runtuh dia hanya minta dikuatkan
Ketika air matanya jatuh dia hanya minta dilapangkan
Ketika kesetiaannya dihianati dia tidak meminta apa pun

Tak ada sumpah serapah
Tak ada caci maki
Dia hanya berkata, “Kuatkan aku Tuhan, Lapangkan hati ku untuk terus bersuka cita menerima semua rencana Mu”

Dalam sujudnya dia terus  berdoa
Meminta dimaafkan atas semua rasa sakitnya
Meminta diampuni untuk semua prasangka buruknya

Dalam sakit hatinya dia masih terus memaafkan
Dia bukan Khadijah atau pun Fatimah
Dia hanya perempuan biasa yang terlalu takut untuk melawan kehendak Tuhan nya