Selasa, 09 Desember 2014

Cintaku CintaMu.

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai." (H R. Al-Tirmidzi)

Ketika cinta itu mulai berani bertutur mengucap satu nama. Aliran darah ke jantung seakan mengalir deras, hingga memicu hentakan demi hentakan tak menentu yang mulai mengusik nurani.

Saat itu tak ada yang bisa aku lakukan selain bersyukur kepadaMu. Karena atas nikmatMu-lah aku bisa merasakan hal ini.

Tapi terkadang aku takut jika perasaan ini malah membuatku jauh padaMu. Aku takut mencintai melebihi cintaku padaMu. Aku takut karena ini aku lalaikan kewajiban ku.

Maka, Ya Allah jadikanlah cintaku berada pada titik ketaatan. Cinta yang bersumber atas cinta karenaMu dan hanya untukMu. Jadikalah cinta ini bermanfaat, bukan cinta yang banyak mudharat. Jagalah kesucianku hingga ijab itu terucap. Limpahkan karunia kepadaku dan berkahilah apa yang sudah menjadi takdirku. Aamiin. 

Pray in the morning.

Dengan kuasaNya aku hidup.
Dengan rahmatNya aku bernafas.
Dengan karuniaNya aku berjalan menapaki hari.

Ya Allah jadikanlah aku, hamba yang selalu bersyukur.
Rendahkanlah hatiku dan tinggikanlah ilmuku.
Jagalah perilakuku, peliharalah lisanku, dan janganlah Kau golongkan aku kedalam golongan orang-orang pendengki. Aamiin. :')

#Doapagi

Indahnya Memaafkan

Tidak ada hati yang sekuat baja. Ia harus ditempa dengan ketidak sukaan, penolakan,dan rasa sakit untuk membangunnya menjadi kuat.

Bagai sebuah bangunan, hati pun harus memiliki pondasi yang kuat untuk menahan segala perkara yang terkadang membuat lelah jiwa. Teguhkan iman kepada Allah dan yakinlah segala ketetapanya memiliki hikmah yang besar jika kita mau berpikir.

Lembutkanlah hatimu, meski terkadang harus mengalah. Maafkanlah yang menyakitimu walau kau tau itu susah. Mohonkanlah doa kepada yang menyakitimu dengan kebaikan, sebagaimana kau memohon kebaikan untuk dirimu sendiri.

Semoga kita selalu menjadi pribadi yang pemaaf. Aamiin.

Senin, 08 Desember 2014

Mimpi itu tampak cerlang. Mengais senyum pada bening embun pagi. Ia taksabar ingin segera memberi kabar pada matahari yang melahirkan jingga di pagi dan senjanya.

Bayang itu, kian lekat meski masih terasa gelap. Hanya meraba dan menguliti memori tentang lintasan di simpang jalan. Tak sabar ingin melihat kerlip gemintang di sela ceria tawa.

Sederet aksara yang memeluk hari mungkin adalah penanda, bahwa takada yang tersia dari jeda yang dihadiahkan. Tak perlu meratap pada bintang selatan yang berjatuhan. Sebab kening yang tak berjarak dengan hangatnya sajadah adalah awal dari cerita indah dalam tiap langkah.

Bahwa doa yang dirapal saat hujan mulai membasahi tanah pasti berakhir dengan pengabulan.

Percayalah. :’)

Hujan di hari Senin.

Tak ada selain kesyukuran tak bertepi yang patut ku ucap.

Ketika hari ini ku mendapati tetes-tetes hujan itu kembali membasahi.

Membuat daun-daun bersorak-sorai oleh sebab bahagia;

tanah rebah dalam basah;

angin bekejaran menangkap pesan alam.

Tak ada selain kearifan yang patut ku ukirkan.

Pada hari-hari yang syahdu setelah hujan hari ini.

Walau sudah biasa, hujan hari Senin tetap istimewa.

Karena dengan derainya -atas kehendak Tuhan bumi kembali berwarna.

Minggu, 07 Desember 2014

Diomongin Orang.

Sering kali orang berkata buruk tentang diri kita bahkan hingga mencaci. Terkadang membuat kita merasa marah akibat cacian itu. Sadar atau tak sadar rasanya ingin membalas cacian orang lain itu.
Memang cacian itu terasa sangat menyakitkan apabila kita terus menanggapinya, tapi akan lebih arif apabila kita tidak menanggapi semua komentar buruk dari orang lain, selain membuang waktu dan pikiran akibat terlalu menanggapi komentar buruk dari orang lain itu, tapi juga dapat menguras emosi kita. Untuk apa kita mengurusi omongan orang lain, kalau hanya untuk membuat kita menjadi panas..dan emosi... Untuk itu Allah memerintahkan kita supaya menjadi seseorang yang pemaaf, seperti yang difirmankan dalam QS. Al-A'raf: 199 berikut:
(Khudzil 'Afwa Wa ' mur bil 'urfi wa A'ridh 'anil Jaahiliin)
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.(QS. Al-A’raf: 199)

Imam Syafi’i juga pernah mengatakan:

Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka saya tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan saya bertambah lembut, Seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi.[Diwan Asy-Syafi’i hal. 156]

Subhanallah, demikianlah akhlak yang indah... ^^

#Tafakurforme

Kamis, 04 Desember 2014

Surat Pendek Untuk Sahabat

Langit gelap tak berbintang. Hujan disore hari menyebabkan dinginnya membekas hingga kini. Entahlah hawanya memang dingin atau hanya perasaanku saja.

Ada apa ini? Kelihatanya seperti gemericik perasaan tidak enak yang mulai menyelubungi hati. Aku sayang kamu. Tapi itu hanya berheti di ketikan ponselku.

Aku tidak ingin mengikuti ego. Karena aku sadar konsekuensinya jika kata itu terucap. Terlalu banyak yang harus dikorbankan. Persahabatan, rasa nyaman, tempat berbagi.

Mengingat aku hanya sendiri, jadi temanku adalah sepi. Tapi semua berbeda ketika kau hadir menyapa. Aku senang, aku nyaman. Belum pernah ku rasakan sebelumnya.

Awalnya aku pikir perasaan ini hanya sebatas sahabat. Ternyata benar apa kata orang, rasa nyaman membuat lupa kalau kita hanya sebatas teman.

Tapi ketakutanku melebihi perasaan cintaku. Mengingat betapa susahnya untuk sampai pada tahap ini. Salahku seutuhnya. Aku mencintai 2 sosok dalam satu tubuh. Dan sekarang aku takut kamu pergi, aku takut kamu menghindar.

Kamu masa lalu yang datang ke masa kini. Orang yang dulu aku cintai kini menjadi sahabat dan kecintaanku lagi.

Jika kamu baca tulisan ini pura-puralah tidak tau. Tetaplah menjadi biasa. Jika yang ada dalam hatimu cinta seperti yang ada dihatiku. Tetaplah rahasiakan. Biarkan waktu yang memperjelas. Jika yang ada dihatimu bukan cinta seperti yang ada dihatiku. Jangan pernah menghindar. Tetaplah jadi sahabatku. Aku tidak minta untuk dicintai. Hanya sekedar kamu tau.

-Hana Larasati