Selasa, 16 Juni 2015

Ingatkah kalian tentang kisah di zaman Rasulullah yaitu tentang kisah cinta paling mengagumkan?

Pada zaman itu ada seorang wanita yang tidak hanya cantik wajahnya melainkan cantik juga akhlak dan keimanannya. Tidak sedikit pria kaya yang ingin meminangnya untuk menjadi istri tapi dia selalu menolak.

Hingga pada suatu ketika datanglah seorang pemuka quraisy yang berniat untuk meminangnya. Laki-laki itu sangat kaya raya juga tampan. Tapi tidak sedikit pun hati wanita itu goyah dia tetap menolak laki-laki itu.

Laki-laki itu pun tidak juga menyerah. Ia mendatangi wanita itu lagi dan kembali menyampaikan niatnya untuk meminang perempuan itu.

Laki-laki itu pun berkata "apa yang bisa aku lakukan untuk meminang mu?"
Perempuan itu kembali berkata "apa kau benar-benar yakin untuk meminang ku?" Laki-laki itu pun berkata "ya"
"Kalau begitu aku akan meminta mahar"
"Apa maharnya katakan saja. Pasti akan aku kabulkan."
"Masuk islam."
"Banyak yang bisa kau minta kenapa harus itu?"
Perempuan itu pun berkata " bagaimana bisa aku menikah dengan laki-laki kafir seperti mu yang tidak mempercayai Allah dan Rasul-Nya?"

Dari situ kita bisa belajar standar utama untuk memilih pendamping adalah bukan dari hartanya, tapi dari akhlaknya.

Jumat, 13 Februari 2015

Meronta pun rasanya percuma, malah membuat sakit itu semakin nyata.

Menebak-nebak sesuatu yang belum jelas kebenarannya bukan kah itu sifat tercela?

Bukan hanya sifat hati pun ternodai dengan segala prasangka yang ada.

Dalam lirih hanya bisa berucap

"Tuhan jika dia baik bagi kebaikan agamaku, duniaku, dan akhiratku tolong pertemukan kami dimasa depan dalam bingkai yang indah. Tuhan jika dia meruntuhkan agamaku, melemahkan duniaku, dan menyengsarakan akhiratku tolong jauhkan hamba darinya dengan cara-Mu."

Bahas Bahas Cinta~

Assalamualayikum Ukht..

Alhamdulillah masih di beri nikmat hidup sehinga bisa berjumpa dengan Februari. Ramainya Februari itu adalah valentinenya right? Ada yang sibuk nyari mawar merah, ada juga yang sibuk nyiapin coklat, ada juga yang sibuk bikin pidato kata-kata cinta.

Tapi guys berhubung kita muslim kita gak ikut merayakan gegap gempita valentine.Bukan karena kita gak gaul, justru kita paling gaul. Kalo mereka hari kasih sayangnya cuma sehari dalam setahun, kalo umat muslim setiap hari pun saling menyayangi.

Bahas bahas soal cinta dan kasih sayang jadi ingat ketika Abu Bakar dan Rasulullah bersembunyi di dalam gua. Saat itu mereka sedang dikejar kaum kafir Qurais. Ketika Abu Bakar sedang berjaga Rasulullah yang lelah, tidur dipangkuan Abu Bakar dengan nyenyak. Tak disangka ada ular beracun yang melingkari kaki Abu Bakar. Karena Abu Bakar sangat mencintai Rasulullah dia tidak mengusir ular itu dari kakinya karena dia takut pergerakan kakinya akan membangunkan Rasulullah yang saat itu sedang tidur dipangkuannya. Abu Bakar terus diam walau pun ular itu mengigit kakinya. Dia tetap diam menahan sakit dari racun yang menjalar pelan pelan ke tubuhnya. Tak terasa air matanya jatuh dipipi Rasulullah dan Rasulullah pun terbangun dan bertanya kenapa Abu Bakar menangis apa dia menyesal ikut bersamanya? Lalu Abu Bakar menjawab. "Demi Allah tidak ada penyesalan dalam diriku, sungguh itu kebanggan untukku bisa mendampingimu. Aku menagis karena tadi ada ular beracun yang mengigit kakiku. Aku membiarkannya karena aku takut membuatmu terbangun."

MasyaAllah ukht, betapa hebatnya cinta Abu Bakar terhadap Rasulullah. Itulah cinta yang fitrah, cinta yang selalu mendekatkan kita pada Allah, cinta yang membuat kita selalu mengingat Rasulullah.

Bukan cinta namanya jika dia menjauhkanmu pada Sang Pencipta. Bukan cinta namanya jika dia membuatmu lupa untuk merindukan Rasulullah. Bukan juga cinta namanya jika dia membawamu ke neraka.

Jika cinta maka dia akan membawakan kebaikan bagi agamu, duniamu, dan akhiratmu. Bukan malah meruntuhkan agamamu, melemahkan duniamu, dan menyengsarakan akhiratmu.

Wassalamualaykum.

Hana Larasati.

Senin, 09 Februari 2015

Kutinggalkan kau karena Dia

Akhi..
Rasa ini sudah terlalu jauh rupanya.
Memang fitrah manusia saling mencintai.
Baginda nabi pun bersabda. " Tidak beriman seseorang diantaramu hingga ia mencintai saudara sesama muslim sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
Tapi jika cinta ini malah membawa keneraka apa masih harus dipertahankan?

Akhi..
Rasa ini sudah membawaku jauh dari Rabb ku.
Tidak bisa dikatakan fitrah lagi.
Obesi lebih besar dari cinta.

Akhi..
Keberatan ku meninggalkan mu dulu karena aku melihat kau sempurna dari sisi dunia.
Padahal "jika kita mencintai seseorang karena ketampanan, kedudukan, dan hartanya suatu hari Allah akan menghinakannya"

Akhi..
Mungkin ini sudah waktunya.
Kutinggalkan kau karena Dia.
Dia yang memberikan aku hidup.
Dia yang memberikan aku nafas.
Dia yang memberikan aku nikmat.

Akhi..
Semoga bahagia bersamanya. :)

Minggu, 01 Februari 2015

Penghalang Terkabulnya Doa

Syaqiq bin Ibrahim berkata bahwa Ibrahim bin Adham pernah melewati sebuah pasar di kota Basrah, lalu orang-orang mengerumuninya dan bertanya,
Wahai Abu Ishaq, Allah berfirman di dalm kitab suci-Nya,"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu." (QS. 40: 60). Sementara kami selalu berdoa semenjak lama, tapi tidak kunjung dikabulkan. "Lalu Ibrahim berkata, Wahai warga Basrah, hati kalian sudah mati dalam
10 hal.." 1. Kalian mengenal Allah,
tapi tidak mau menunaikan hak-hak-Nya

2. Kalian membaca Kitab Allah, tapi tidak mau mengamalkannya

3. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah tapi kalian meninggalkan sunnahnya

4. Kalian mengaku bermusuhan dengan syetan, tapi kalian akur dengannya

5. Kalian mengatakan cinta kepada surga, tapi tidak mau beramal untuk menuju ke sana

6. Kalian mengatakan takut kepada Neraka, tapi kalian malah menggadaikan diri kalian ke padanya

7. Kalian mengatakan bahwa kematian itu benar adanya, tapi kalian tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya

8. Kalian sibuk mencari aib saudara kalian, tapi mengabaikan aib kalian sendiri

9. Kalian memakan karunia Allah, tapi tidak mau mensyukurinya

10. Kalian mengubur orang mati, tapi tidak mau mengambil pelajaran daripadanya.

#ntms #doa @rumahsamara

Sakit Hati?! Ayo Maafkan.

Sakit hati, Mengapa Terus Dipelihara?! Tidakkah Anda Segera Mengobatinya?! Tidak seperti ketika sakit di badannya. Seringkali seseorang malah 'memelihara' sakit hatinya, padahal harusnya dia bisa segera mengobati lara hatinya itu, sebagaimana dia bisa segera mengobati sakit badannya.

Dan diantara obat pelipur lara hati yang PALING ampuh adalah dengan MEMAAFKAN kesalahan orang yang menyakiti kita karena itulah sumber dan sebab utama sakitnya hati kita, oleh karenanya ketika sumber sakitnya sudah teratasi, maka tentunya sakit hati kita akan hilang dengan sendirinya.

Seringkali seseorang tidak mau, atau gengsi, atau merasa rugi untuk memaafkan orang lain, padahal sebenarnya dengan begitu dia akan rugi sendiri, karena hatinya akan sakit, tersiksa, dan TERBEBANI terus-menerus.

Seringkali seseorang TIDAK INGIN memaafkan kesalahan orang lain, kecuali bila orang tersebut yang meminta maaf kepadanya, padahal apakah dia akan melakukan hal yang sama saat badannya disakiti orang lain?! Apakah dia mau menunggu hingga orang lain mau mengobati sakit di badannya?! Tentunya tidak.

Maafkanlah kesalahan orang lain karena dia sama sekali tidak akan mampu mengubah TAKDIR anda…

Maafkanlah dia karena Allah menjanjikan pahala yang tiada tara kepada Anda: "Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya itu Allah (yang menentukannya)". [QS. Asy-Syuro: 40].

Maafkanlah dia karena Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda: .
"Maafkanlah, dan berlapang dadalah! Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?!" [QS. Annur: 22].

Maafkanlah dia, bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan Anda lebih tinggi darinya… Anda yang disalahi, bukan orang yang menyalahi…

Maafkanlah dia, agar sakit hati Anda segera hilang, agar hati Anda menjadi lapang, ringan, dan bahagia ♡♡♡

Ditulis oleh Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA hafidzahullah

Hanya Tiga Hal

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ ، وَثَلاثٌ مُنَجِّيَاتٍ ، وَثَلاثٌ كَفَّارَاتٌ ، وَثَلاثٌ دَرَجَاتٌ

فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ : فَشُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بنفْسِهِ

وَأَمَّا الْمُنَجِّيَاتُ : فَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ ، وَالرِّضَى ، وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى ، وَخَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلانِيَةِ

وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ : فَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ ، وَنَقْلُ الأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ

وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ : فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ ، وَإِفْشَاءُ السَّلامِ ، وَصَلاةٌ بِاللَّيْلِ ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Ada tiga perkara yang membinasakan, tiga perkara yang menyelamatkan, tiga perkara yang menghapus dosa dan tiga perkara yang meninggikan derajat.

Adapun tiga perkara yang membinasakan:✅
1. Kekikiran yang ditaati
2. Hawa Nafsu yang dituruti
3. Kekaguman seseorang terhadap dirinya.

Tiga perkara yang menyelamatkan:✅
1. Berbuat adil ketika marah maupun senang
2. Sederhana ketika miskin maupun kaya
3. Takut kepada Allah ketika bersendirian maupun di keramaian.

Tiga perkara yang menghapus dosa:✅
1. Menunggu sholat sampai sholat berikutnya
2. Menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin
3. Berjalan menuju sholat jama’ah.

Tiga perkara yang mengangkat derajat:✅
1. Memberi makan
2. Menyebarkan salam
3. Sholat di waktu malam, ketika manusia sedang tidur.

[HR. Ath-Thabarani dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jami’: 3045]

Ustadz Sofyan Chalid Ruray