Jumat, 25 September 2015

Untuk kesuksesanku, pertama-tama aku ingin berterimakasih pada Tuhanku Allah swt. Dia adalah yang terbaik dari yang paling terbaik. Dia yang sering aku campakkan tapi tak pernah sedikit pun mencampakanku. Dia yang sering aku lupakan tapi tak pernah sedikitpun melupakan aku.

Untuk kesuksesanku, aku juga ingin berterima kasih pada orang yang pernah menyakitiku. Kita tidak akan pernah berubah sebelum kita merasakan sakit. Rasa sakit adalah titik balik kehidupah dari setiap manusia. Terimakasih untuk semua yang pernah menghinaku, meremehkan, merendahkan. Kini aku sudah berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Untuk kesuksesanku, aku juga ingi berterimakasih pada orang orang yang selalu mendukungku, menyayangiku, menemaniku, mengajarkan, dan membimbing. Terima kasih untuk semuannya.

Rabu, 23 September 2015

Jika aku boleh meminta, aku ingin hatiku di penuhi oleh kekaguman ku pada Mu.

Jika aku boleh meminta, aku ingin terus tersenyum menerima pahit manis sekenario yang Kau tuliskan untukku.

Jika aku boleh meminta, aku ingin terus bahagia bersama keluarga dan sahabat-sahabatku.

Jika aku boleh meminta, aku ingin terus mencintai Rasulullah.

Jika aku boleh meminta, aku ingin hatiku menjadi lembut tapi tegas untuk kemunkaran.

Jika aku boleh meminta, aku ini selalu mencintai dan taat padamu.

Jika rasa sakit ku ada hadiahnya, aku ingin Engkau melembutkan hatiku, menajamkan pikiranku, dan mengokohkah imanku.

Jika sabarku ada hadiahnya, aku ingin Engkau melimpahkan kesabaran yang lebih lagi kepadaku, menguatkan hatiku, menjaga dan melindungiku dari hal buruk yang akan menimpaku.

Jika ikhlasku ada hadiahnya, aku ingin melakukan semuanya tanpa berpikir meminta hadiah dariMu. Mempercayakan apa yang terjadi kepada Mu. Menerima baik buruk dan segala sesuatu yang terjadi di hidupku karena Engkau tau yang terbaik untukku. Seperti yang dilakukan Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Ali, dan sederet sahabat Rasulullah yang lain.

Sabtu, 19 September 2015

Surga yang kurindukan.

Segenap rasaku, jiwaku, kupercayakan pada engkau. Kita pun berjanji, mengurai ikrar saling setia. Dan kini ada dia, mungkin Tuhan sedang menguji aku. Namun bagaimana, bila ikhlas tak hadir si hatiku?

Pertama denganmu, ku yakin engkau akan setia. Ku tak meminta cinta berlebih, hanya ingin kasih sayang. Namun mengapa dia kau undang ke istana kita? Perih hati ini pudar harap bahagia bersamamu.

Merelakan cinta untuk dibagi tak semua hati siap berbagi mungkin bisa saja hanya bilang Tuhan yang mau.

Akulah sayapmu yang kau butuhkan untuk nanti terbang ke surga dia namun bukan ini surga yang kurindukan.

Semoga kau berubah menjadi yang aku kenal dulu. Dan aku akan setia mejadi sayap yang nantinya akan membawa mu ke surga Nya. Dan biarkan aku tetap mendapatkan surga yang ku rindukan.

Kamis, 17 September 2015

Bahagia

Hari ini saya mendapatkan satu pelajaran lagi. Bahwa ternyata membahagiakan seseorang itu bisa membuat kita bahagia juga.

Keceriaan dari wajah mereka, kepolosan dan senda gurau anak-anak. Ketika saya mencoba membahagiakan mereka saya juga ikut bahagia.

Setiap tawa yang terlontar dari bibir munggil mereka kebahagian saya terlahir.

Ya Allah jangan cabut nikmat ini, jadikan aku orang yang bermanfaat, orang yang berilmu, orang yang bisa membahagiakan orang lain. Ya Allah lapangkanlah dadaku, kuatkanlah imanku, sayangilah aku seperti Engkau menyayangi hamba hambamu yang mukmin. Aamiin.

Kamis, 03 September 2015

Setiap kamu punya satu alasan untuk bersedih cari alasan lain untuk bangkit alasan apa pun itu. Sesederhana mungkin. Yang penting kamu punya alasan kenapa kamu untuk bangkit.

Sesakit apa pun itu. Cari terus alasan kenapa kamu harus bangkit dan terus berjuang. Mungkin hati mu rusak tapi jangan biarkan dia terus terusan rusak. Cari alasan sesederhana mungkin kenapa kamu harus memperbaikinya.

Rabu, 02 September 2015

Nobita dan doraemon

Hidup ini kadang lucu. Orang yang selama ini aku suka, aku bela, aku sayangi tidak pernah peduli sedikit pun. Tapi orang yang bukan siapa-siapa yang hanya sahabat dekatku, selalu ada di keadaan apa pun.

Dia salah satu alasan aku bisa bertahan. Dia yang tidak pernah jenuh walau hanya aku datangi ketika aku bosan. Tangisku, kesedihanku dia tukar dengan canda dan tawa.

Ini mungkin tulisan yang kesekian kalinya aku menulis tentang dia di blogku. Banyak hal yang aku kagumi dari dia. Dia baik, pekerja keras, penuh semangat, humoris, dan selalu optimis.

Sayang? Pastilah. Dia salah satu sahabat terbaik saya. Yang selalu ada di keadaan apa pun. Ketika aku tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi negri dan sangat drop, dia yang menyemangati aku. Ketika semua orabg berpaling dia yang tetap setia berada di sampingku.

Tapi kini aku mulai berpikir. Tidak selamanya kita bisa terus bersama. Ada masanya kita harus berpisah. Ketika dia harus pergi mengurusi dunianya. Aku yang selama ini bergantung padanya harus bersiap hidup tanpanya. Harus bersiap bahwa tidak ada dia yang membuat ku tertawa. Tidak ada dia yang selalu menghiburku. Aku harus bersiap. Sedih bila memikirkan tentang itu. Apa aku bisa?

Kita ibarat nobita dan doraemon. Aku sebagai nobita yang cengeng, pesimis, mudah drop, lemah. Dan dia ibarat doraemon yang punya banyak cara untuk membuatku tersenyum. Aku harap kita bisa terus bersama seperti doraemon dan nobita.