Sabtu, 21 November 2015

Ada yang lebih sulit dari berpura-pura jatuh cinta? Ada! Berpura-pura tidak jatuh cinta. 😊

Jumat, 20 November 2015

Ada seseorang yang harus di perjuangkan dengan Al-Qur'an, karena Allah. Apakah kamu mau jadi orang itu?

Kamu.

Hujan malam ini mampu menyetku pada pemikiran tentangnnya. Entah apa yang sedang dia lakukan di sana.

Memang waktu itu aku tercengang ketika aku menyaksikan kecintaanku, merangkul perempuan lain

Mungkin saat ini, dia sedang bergandengan tangan, atau mungkin rangkulan atau entahlah apa yang dia lakukan dengan wanita itu.

Mereka bilang aku berhak mendapatkan yang lebih pantas darinya. Seseorang yang lebih baik. Seorang wanita yang menjaga diri, seharusnya mendapatkan hal yang sepadan.

Tapi tekatku masih sama kepercayaanku pun begitu "Laki-laki itu adalah laki-laki baik, aku ingin menyelamatkan dia dari murkaNya. Mungkin sekarang dia hanya khilaf. Aku hanya perlu menyadarkannya."

Aku pun percaya, suatu hari nanti dia yang akan aku gengam tangannya. Akan ku ajak dia bersama-sama menuju surga. Bukan hanya untuk sementara tapi selamanya. Karena sampai saat ini aku masih percaya bahwa dia adalah laki-laki yang baik, jika di arahkan ke jalan yang baik.

Kamu, yang namanya hanya berani aku sebut dalam doa. Bukan pengecut. Tapi ini caraku untuk menjagamu dari siksaNya. Ini adalah sebaik-baiknya jatuh cinta. 

Aku percaya kamu adalah laki-laki yang baik, kamu hanya perlu teman untuk mengarahkanmu ke jalan yang baik. Bukan hanya sekedar teman membaca buku, atau naik gunung. Tapi teman hidup dunia akhirat. Dan aku akan menjadi sebaik-baiknya temanmu itu.

Kamis, 19 November 2015

Untuk siapa?

"Ya Allah, hamba tidak tahu berjodoh dengan siapa. Hamba tidak tahu berdoa untuk siapa. Tidak satu pun nama bisa hamba sebut karena nama itu tidak pernah hamba tahu. Hamba hanya memohon, jodohkanlah hamba dengan seseorang yang selalu menyebut nama hamba dalam doanya. Siapapun dia, setidaknya hamba tahu bahwa ketika mencintaiku, dia tidak melupakan-Mu." -Hujan Matahari

Senin, 16 November 2015

Good Bye

Itu mungkin yang terakhir. Telpon yang terakhir. Chat yang terakhir. Perpisahan sementara yang tidak sanggup ku ungkapkan.

Hari ini, seperti perjanjian kita kemarin aku akan meluruskan niat. Meninggalkanmu, dan pergi memperbaiki diri.

Bagai daun yang lepas dari pohonnya, tertiup angin dan mengembara. Aku akan menjadi seperti itu.

Terbang ke penjuru negri mencari ketenangan hati. Mendekatkan cinta pada Yang Maha cinta.

Pilihan ini mungkin membuat hatiku sakit, tapi jika kita meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik.

Hidup hanya sebentar, terlalu berharga jika di sia-siakan. Kita tidak pernah tau takdir akan membawa kemana. Hanya mampu berdoa selepas berencana.

Ya muqolibal qulub tsabit qolbi ala di'inik. Ya Allah yang Maha Pembolak balikan hati teguhkanlah hatiku atas tali agamaMu. Aamiin.

Kamis, 05 November 2015

Jadikan cintaku Ya Allah, berhenti di atas titik ketaatan.
Meloncati rasa suka dan tidak suka.
Karena aku tau menaatiMu dalam hal yang tidak aku sukai adalah kepayahan, perjuangan, dan bergelimang pahala. Karena seringkali ketidak sukaanku adalah bagian dari ketidak tahuanku.

Ya Allah sesungguhnya hatiku ada di tanganMu, di antara kedua jari-jari Mu.
Ya Allah Yang Maha Pembolak-balikan hati teguhkan hatiku atas tali agama Mu dan jadikanlah aku golongan orang-orang yang beriman. Aamiin.