Senin, 23 Juni 2014

Maaf..



Ya Allah Ya Rabbi.. jika penyakit ini adalah hukuman dari Mu untukku,  aku ikhlas Ya Rabb. Jika dengan melupakan aku bisa menyembuhkan luka batinya, aku rela Ya Rabb. Jika dengan kepergian ku bisa menghilagkan ketakutannya, aku bersedia Ya Rabb.

Ya Allah Ya Rabbi.. hapuskanlah dukanya. Jika dengan kepergian ku bisa mengembalikan rasa suka citanya, aku bersedia Ya Rabb. Kebahagiannya adalah kebahagian ku. Dukanya adalah duka ku. Lelahnya adalah lelahku. Aku gak pernah mau liat dia terluka. Aku gak pernah niat menyakiti hatinya.

Ya Allah Ya Rabbi.. Maafkan aku atas kebodohanku. Ampuni aku atas kehilafanku. Ampuni aku karena secara tidak sengaja telah mendzolimi hamba sebaik dia.

Ya Allah Ya Rabbi.. Yang Maha pembolak balikan hati. Aku mohon dengan sangat, balikanlah hatinya seperti dulu. Hilangkan lah segala rasa takut dalam batinya.

Ya Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, kabulkan lah doa ku. Aamiin.

Hana Larasati.

Sabtu, 21 Juni 2014

Saat Kesetian di Hianati



Bagi sebagian orang perselingkuhan adalah hal yang tidak bisa dimaafkan. Ketika kesetiaan dihianati, apa mungkin hati bisa mencintai kembali? Saat hati sudah melapangkan untuk memaafkan, apa itu cukup untuk menghapus luka penghianatan?  

Ya Rabb, apa aku ini bodoh. Terus bertahan walau pun tau dia sudah memiliki wanita idaman lain. Terus membukakan pintu maaf walau pun berkali-kali disakiti.

Ya Rabb, apa rasanya harus sesakit ini? Sebegitu kah sayangnya Engkau kepadaku, dengan meberi ujian yang tidak putus-putus demi membuatku kuat.  Kekuatan wanita memang terletak pada hatinya, ketika hati itu runtuh maka runtuhlah kekuatannya.

Sampai kapan Ya Rabb hati ini kuat menahan semua rasa sakit. Sampai kapan hati ini memberikan toleransi maaf. Apa semua ini akan ada ujungnya?

Hana Larasati.

Pesan Untuk Kalian


Ketika hati seorang laki-laki berpaling penyebabnya bukan karena dia bosan, melainkan karena dia tidak mensyukuri nikmat yang sudah diberikan kepadanya. Sehingga dia mencari yang lebih, lebih, dan lebih. 

Saya tidak menyalahkan hal ini sebab manusia memiliki naluri yang tidak pernah puas. Untuk beberapa hal ini bagus, tapi untuk sebagian hal yang lain ini kurang bagus. Karena dengan sifat ini kita menjadi hamba yang kurang bersyukur atas nikmat Allah.  

Bukan kah setiap makhluk diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Dengan tujuan untuk saling melengkapi. Menutupi yang rapuh, dan memperkokoh yang sudah kuat. Sehingga terciptalah keselarasan. 

Wanita itu ibarat tulang rusuk yang bengkok. Nah tugas laki-laki lah untuk meluruskannya. Jika dia meluruskan secara kasar maka tulang itu akan patah, tapi kalau di diamkan saja tulang itu akan selamanya bengkok. Sebagai laki-laki tentunya harus sabar dalam mendidik perempuan, seperti kata bapak proklamasi kita Moh.Hatta :

"Jika kamu mendidik satu laki-laki maka kamu mendidik satu orang. Namun jika kamu mendidik satu perempuan maka kamu mendidik satu generasi." (Moh. Hatta)

Maka dari itu sebagai laki-laki harus mempunyai sifat sabar, lembut, dan juga tegas. Karena peran perempuan sangat berpengaruh. Bahkan Pak Habibie pun berkata :

"Dibalik sukses seorang tokoh, tersembunyi peran-peran perempuan yang amat menentukkan, yaitu ibu dan istri." (Habibie & Ainun)

Hana Larasati.

Apakah Dia Wanita Pilihan?



Ketika hatinya runtuh dia hanya minta dikuatkan
Ketika air matanya jatuh dia hanya minta dilapangkan
Ketika kesetiaannya dihianati dia tidak meminta apa pun

Tak ada sumpah serapah
Tak ada caci maki
Dia hanya berkata, “Kuatkan aku Tuhan, Lapangkan hati ku untuk terus bersuka cita menerima semua rencana Mu”

Dalam sujudnya dia terus  berdoa
Meminta dimaafkan atas semua rasa sakitnya
Meminta diampuni untuk semua prasangka buruknya

Dalam sakit hatinya dia masih terus memaafkan
Dia bukan Khadijah atau pun Fatimah
Dia hanya perempuan biasa yang terlalu takut untuk melawan kehendak Tuhan nya

Jumat, 20 Juni 2014

Saat Wanita Bercerita



Ketika air mata seorang wanita menagalir, mungkinkah akan menghapus luka penghianatan? Wanita memang makhluk yang lemah tapi bukan berarti dia tidak bisa menjadi kuat. Kekuatan wanita terletak pada hatinya. Ketika hatinya runtuh maka runtuhlah kekuatannya.

Ya Rabb, setiap wanita pasti bangga dilahirkan sebagai wanita dengan segala kemuliaan dan kelebihan yang Engkau anugrahkan kepadanya. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi korban? Kenapa mereka selalu menyerang sudut terlemahnya, menyakiti hatinya sebisa yang mereka mampu? Meningalkannya tanpa belas kasihan?

Apa salah jika wanita memiliki hati yang lembut? Kenapa mereka menilai bahwa air mata kami adalah kelemahan kami? Andai mereka tau ketika wanita menangis bukan karena dia lemah tapi kerena dia lelah terus-terusan tersenyum palsu.

Ya Rabb, bukan kah setiap manusia mempunyai cinta yang mesti dijaga kesucian dan kemurnianya. Tapi kenapa mereka selalu menodai cinta suci kami? Kenapa hati mereka bercabang? Padahal kami sudah berperilaku sebaik-baiknya.

Ya Rabb, ajarkan aku tentang keikhlasan. Keikhkasan layaknya Ali terhadap Fatimah, atau Salman untuk Abu Darda. Yakinkan aku Ya Rabb, bahwa rencana Mu lebih baik dari anganku. Ya Rabb, tolong tenangkan hati ini dan dewasakan hati ini. Aamiin..

Hana Larasati.

Kamis, 19 Juni 2014

Ketika Seorang Hamba Diuji



Sering kali beban yang kita hadapi terasa begitu berat, pada saat itu kita kehilangan harapan dan lantas berpikir semuanya mustahil dan telah berakhir. Tuhan tersenyum dari atas sana dan berkata : “Santailah sayang ini hanya sebuah belokan, bukan jalan buntu.”
Ketika orang paham betul akan maksud Allah memberi cobaan dalam hidupnya dia pasti akan bersyukur. Karena Allah memberi cobaan bukan untuk membuat hambanya lemah, melainkan mengajarkan hambanya untuk tetap kuat. Allah memberi cobaan kerena ada alasan. Dalam cobaan kita di didik untuk menjadi orang yang selalu bersyukur atas nikmat Nya. Mensyukuri setiap karunia walaupun itu hanya sebesar atom.
Ketika kita ingin berjalan jauh, pasti kita akan mengunakan sepatu yang kuat. Begitu juga cara Allah memberikan cobaan, ketika kita tertimpa maslah yang berat Allah akan memberikan hikmah yang sangat berharga. Bukan kah itu seimbang?  kita harus lebih rendah hati untuk melihat kasih sayang Allah yang begitu besar dalam setiap cobaan.
Allah hanya ingin menguji sayang, bukan menghakimi. Cobaan bukan untuk disesali tapi untuk dipelajari. Bagaimana kita bersikap untuk kedepannya. Allah memberikan semua ini karena ada sebabnya, dia ingin melatih kita menjadi hamba yang kuat, bukan yang cengeng. Berhusnuzon-lah kepada Allah karena Ia tau sebaik-baiknya rencana.